Rabu, 22 Oktober 2008

BUSRI (Mburi Sriwedari)

Bagi orang tua yg mempunyai anak-anak usia sekolah, pelajar, mahasiswa atau para pecinta buku, deretan kios-kios buku di wilayah belakang Sriwedari ini menjadi pilihan utama untuk rujukan mencari buku-buku pelajaran atau umum yg mereka cari. Ketika musim tahun ajaran baru tiba kios-kios disini selalu dipenuhi oleh konsumen dari anak kecil, orang tua, pria, wanita kelihatan mengerubuti kios-kios buku. Diwilayah Jogja semisal Shoping Centre, di Jakarta diwilayah Senen, dan di Bandung di daerah Palasari.
Kalo pada zaman dulu ketika buku-buku pelajaran bisa diwariskan kepada adik-adik kelas kita, maka buku-buku bekas kakak kelas mereka sangat mudah ditemukan ditempat ini, dan juga majalah-majalah, buku umum juga tersedia disini. Dengan bertambahnya tahun dan perbedaan kurikulum yg dari periode kepemimpinan Menteri Pendidikan yg selalu memperbaharui kurikulumnya sehingga saat ini buku-buku anak-anak, adik-adik kita yg sekolah tidak lagi bisa memanfaatkan buku bekas dari kakak-kakak kelas mereka, melainkan mereka harus membeli buku yg harus sesuai yg disediakan para penerbit yg sekarang gencar memasarkan buku-buku mereka ke sekolah-sekolah dan seperti menjadi keharusan bagi siswa utk membelinya dikarenakan memang ada kerjasama dg pihak sekolah agar buku-buku itu menjadi pedoman belajar bagi anak didik mereka. Memang kebijakan Negara tidak selalu berpihak kepada yg kecil, rakyat biasa yg sangat membutuhkan namanya pendidikan agar menjadi lebih tercerahkan dan terbukanya pintu dan jendela dunia lewat buku ini. Kalo istilahnya George Soros lewat Open Society dunia kapitalisme telah merusak wilayah-wilayah yg seharusnya tetap terproteksi seperti bidang pendidikan ini yg ikut terseret dunia kapitalisme dimana yg kuat semakin kuat dan yg kecil menjadi terengah-engah menggapai impian mereka.
Bagi orang-orang tua yg merasa keberatan dengan harga buku-buku yg ada tersebut mereka mencari alternative utk memenuhi kebutuhan buku bagi anak-anak mereka dengan mencari buku-buku itu ke BUSRI. Mungkin buku-buku di tempat ini bisa saja asli, atau bahkan buku asli tapi palsu (bajakan), agar terjangkau bagi mereka yg tentunya merugikan penerbit, tetapi hal ini saya rasa tidak menjadi masalah dikarenakan pedagang-pedagang disini kalah bersaing dengan para pengusaha penerbitan yg memiliki modal lebih besar dan tentunya keuntungan yg didapatpun sangat besar, istilahnya dengan adanya buku-buku tersebut menjadi sejumput ladang penghidupan bagi para pedagang kecil, dengan modal kecil, pengetahuan pemasaran terbatas, SDM yang biasa saja.
Semoga saja kios-kios di BUSRI tetap lestari dan tetap menjadi pilihan bagi konsumen walau tidak seramai dahulu, dengan beralih fungsinya beberapa kios utk usaha lain spt wartel, warung, tempat pengetikan.

1 komentar:

TOKO BUKU RAHMA mengatakan...

Untuk belanja buku di Toko Buku mBuri Sriwedari (BUSRI) sekarang lebih mudah. Tinggal hubungi/ sms ke HP. 085725363887, pesanan anda akan diantar sampai di rumah anda. Salah satu blog toko buku di Sriwedari ini adalah http://buku-rahma.blogspot.com